الأربعاء، 15 مايو 2013

Hard But, Easy Chapter 2


Hard but easy Chapter 2
Ter inspirasi dari lagu F(x) Hard but easy
Author : Ms. Bacon
Cast : oh se hoon, park dae sun (oc)
Other Cast : can you see in here
Genre : Sad, Romance, Angst

Author POV
Setelah mendengar info dari telepon tersebut, Dae sun segera mengambil kunci mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Yang ia pikirkan saat ini, bukanlah kesehatannya tetapi Oh sehun, sehun, dan sehun.

Ciiitt,,,, brakkk.Braakk!!!

“ada orang kecelakaan di tengah sana!” ucap salah seorang mahasiswa.
“noona, noona? Gwenchana?” tanya seorang polisi. Ia tak sadarkan diri. Dae sun kecelakaan akibat tidak melihat bahwa ada truk besar di belakangnya sedang melaju cepat. Ya, supirnya sedang mabuk.
Tinuut..Tinuut!!  

At bar
“Aiishh... istri suami sama saja, mengapa dia lama sekali?” tanya pemilik bar.
At Hospital.
“Ia kehilangan banyak darah, banyak pecahan besi mobil yang menancap pada tubuhnya, ia memerlukan operasi secepatnya!,” jelas dokter. Warga setempat pun resah, mereka tak tahu apa yang harus dilakukan?, jalan cepatnya adalah  menghubungi keluarganya.
“yeobosseyo?” tanya seorang Ahjooma diseberang sana.
“ya, apakah anda mertuanya dari Oh dae sun?” tanya salah seorang warga.
ne, saya mertuanya.”  Jelasnya.
“ya, ahjooma, menantu anda bernama Oh Dae sun mengalami kecelakaan berat!, ia harus melakukan operasi secepatnya!” lanjutnya.
“Jinjja?!, apakah ada suaminya disana?” tanyanya kembali.
“ani, tak ada suaminya di sini,” jawabnya.
aiisshh... sehun! Mengapa kau tak menjaga istrimu dengan baik?!, ya sudah, saya akan kesana secepatnya!!” ucap ahjumma itu.

Esoknya...
Sehun POV
Akkhh..!! kepalaku...kepalaku... mengapa berat sekali? Oh ya, aku habis mabuk kemarin. Ku dongakkan kembali kepalaku.
Ini bukankah di bar semalam?, mengapa aku bisa tertidur disini? Dimana perempuan maniak itu? Bukannya seharusnya ia telah menjemputku?
Ku aktifkan ponselku.
32 panggilan tak terjawab
Dan 47 pesan masuk.
Aiishh... apakah perempuan maniak itu yang telah mengirim semua ini??
Tunggu!!, Eomma?!
To: sehun
Sehun-ah? Ada apa denganmu mengapa kau belum pulang?!

To : sehun
Ya!! Oh sehun!! Kau menelantarkan istrimu sampai ia terbaring disini!

To : sehun
Ya!! Oh sehun?! Mengapa kau tak membalas pesan eomma?! Apa kau mabuk lagi?!

To : sehun
Ya!! Cepat kau kesini! Istrimu sedang terbaring lemah disini!!
To : sehun
Ya!! Ia sedang koma disini!!, ia membutuhkanmu!
Dan masih banyak lagi yang belum kubaca. Apakah ia sedang sakit? Sakit apa? Ya!! Oh sehun! Mengapa kau mengkhawatirkanya? Toh, pasti dia akan sembuh.  Park dae sun, sahabatku sekaligus istriku yang dulu aku sayangi, kini menjadi orang yang paling aku benci. Entah karena apa. Ah lebih baik aku ke rumah Sooyoung menghabiskan waktu bersamanya.
Sooyoung home
Tok!tok!tok!
Aishh... mengapa ia tak membalas? Apakah ia sedang pergi?
“sooyoung-ah!, apakah kau di dalam eoh?” tanyaku sedikit teriak.
Hening
Aku pun m emutuskan untuk sedikit menunggu, mungkin ia sedang memasak sehingga tak kedengaran.

2 menit..




5 menit...



8 menit...




15 menit...
Ah lebih baik aku pulang saja. Pikirku. Aku pun ingin beranjak dari apartemennya. Tapi saat di tangga aku melihat sooyoung berlari terburu-buru.

“Ya, sooyoung-ah~, ada apa denganmu?” ucapku memanggilnya. Ia pun menoleh lalu mendekat ke arahku. Aku sedikit tersenyum.
Plakk!!, dia menamparku. Ada apa dengannya?

-tbc-

Hard But, Easy Chapter 1


  
Hard but easy chapter 1

Ter inspirasi dari lagu F(x) Hard but easy
Author : Ms. Bacon
Cast : oh se hoon, park dae sun (oc)
Other Cast : can you see in here
Genre : Sad, Romance, Angst

Annyeong!!,,.. *Lambai-lambai, Author  bawa FF sehun, padahal bias Author baekhyun -_-
Oke langsung aja daripada ngomel,

DON’T BASH
DON’T PLAGIAT!!

Dae sun POV

Awalnya aku berpikir, ini hanyalah monopoli buatan tuhan. Entah aku berpikir sejak kapan, Sehun, orang yang paling aku cintai telah memperlakukanku layaknya dadu yang di putar dan jatuh kembali. Tapi aku menganggap permainan itu akan berakhir. Nyatanya, Sehun tidak pernah usai, ia selalu menang, layaknya pemenang bertahan. Di dunia ini, aku menganggap sehun adalah seorang matahariku. Meskipun aku tahu, Sehun melihatku layaknya rumput kering.yang selalu di injak-injak  se maunya. Lalu di cabut dan di buang. Sudah 3 tahun aku hidup bersama Sehun di rumah megah ini. Aku tak mengharapkan lebih darinya, hanya satu yang kuharapkan, senyum tulusnya hanya untukku. Biasanya aku melihat senyum tulus itu hanya untuk yeoja chingunya. Ya, namanya Sooyoung. Meskipun aku tahu, Dia, Choi Sooyoung adalah orang baik padaku. Ia mengerti posisiku. Posisiku sebagai Istri Oh Sehun. Ia sangat kasihan padaku. Ia selalu membelaku. Ia bahkan ingin memutuskan sehun hanya untukku. Namun, dengan agresifnya sehun tak ingin memutuskannya.

Flashback

“Appa, Jebal, aku mohon, Appa.. aku tak akan rewel lagi appaa, hanya ini terakhir permintaanku!!...” ucap ku memohon.
Plakk! Appa menamparku. Aku tak percaya ini terjadi.  Aku hanya meminta sehun, sahabat lamaku menjadi suamiku. Ya, saat itu ayah sehun dan appaku memang berhubungan baik.
Aku hanya meminta perjodohan secara sepihak. Meskipun aku tahu, Ayahku tak akan menyetujuinya. Namun aku yakin, ayah sehun setuju.  Namun setelah ku beri penjelasan, appaku mengerti, Ia pun menyetujuinya. Sampai kulihat perubahan sifat sehun berubah drastis!!. Ia mulai membenciku. Aku tak tahu apa yang telah ku perbuat, yang pasti membuatnya benci padaku atas perjodohan ini.

Flashback end

Aku menangis mengingat hal itu. Oh sehun, orang yang sangat ku cintai yang dulu sifatnya ramah tamah serta hangat, kini menjadi orang murka. Ia menyuruhku melakukan ini itu, tanpa ia sadari, aku sedang tidak enak badan.

Aku sedang santai di taman sembarin membaca buku untuk sedikit meregangkan ototku.

“Ya!!, Park Dae sun! Mengapa kau tidak menyetrika pakaianku dengan baik?! Eoh?!” tanyanya membuatku sedikit terlonjak. Dia bahkan tak mengakuiku sebagai istrinya. Bahkan ia lupa status ku sehingga tak mengubah margaku.

“ah, wae sehun-ah?” tanyaku selembut mungkin. Ia menatapku tajam, aku tau ia pasti marah padaku.
Brukk!!, ia melemparkan tumpukan baju yang belum di setrika.

“Ya!! Apa kau belum melihatnya?!, kerjalah sebaik mungkin jangan sampai aku rugi menikahimu!!,” jawabnya. Aku sedikit tersenyum, setidaknya ia masih mengakuiku sebagai istrinya.

“ne, sehun-ah,” jawabku.  Aku menuju tempat setrika. Benar saja, banyak sekali baju sehun yang belum ku setrika. Padahal, besok sehun ada meeting penting.

“huuh,” aku menghela nafas lelah seusai menyetrika pakaian sehun. Sampai pukul 19.00, akhirnya aku bisa menyelesaikannya.

Kriingg!!!

“yeobosseo?”

“kau Oh dae sun?, aku pemilik bar disini!,”

“ne, ahjussi, ada apa?” tanyaku lembut

“suamimu mabuk berat disini!! Cepat bawa dia pulang jangan sampai ia bermalam disini!,”

“ne ahjussi!” jawabku. Ada guratan raut cemas di wajahku. Aku baru ingat, ia pamit sebentar katanya ada rapat penting dengan kolegan terpilih. Tapi nyatanya? Ia mabuk mabukan sendirian.


-Tbc-